Rencana Kinerja 2026–2031

Dari Reborn APPRODI menuju dampak nasional.

Kerangka strategis ini menerjemahkan semangat pembaruan menjadi program, quick wins, KPI, dan roadmap implementasi yang terukur.

Delapan Program Strategis

Fondasi organisasi, layanan, pengetahuan, dan gerakan.

Program dibangun agar setiap direktorat memiliki ruang kontribusi sekaligus output yang dapat diverifikasi.

1

Penguatan Kelembagaan

AD/ART, SOP, business process, RACI, kalender kerja, dan laporan berkala.

2

Transformasi Digital

Website, portal members, database, kartu anggota digital, LMS, sertifikat, dan dashboard.

3

Gerakan Budaya Produktivitas

Kampanye, podcast, modul, webinar, deklarasi, dan indikator budaya produktif.

4

Kompetensi & Sertifikasi

Kurikulum ATMA, asesmen, pelatihan, sertifikasi, dan trainer pool.

5

Pelayanan & Diagnosis

Survei diagnosis, rekomendasi perbaikan, model binaan, dan best practice.

6

Riset, Kajian & Jurnal

Jurnal, policy brief, kajian produktivitas, artikel, dan repositori pengetahuan.

7

Kemitraan & Advokasi

MoU aktif, kolaborasi pemerintah–industri–kampus, dan advokasi produktivitas.

8

Event & Komunikasi Publik

Event nasional, webinar, humas, media kit, podcast, dan publikasi website.

KPI 2026–2031

Target minimum yang dapat dipantau bersama.

Target final mengikuti keputusan pleno dan pembaruan program kerja setiap direktorat.

2+event nasional per tahun
5+lembaga menerima layanan produktivitas
2+kajian produktivitas
5+DPD/DPC baru
1+edisi awal jurnal dan berlanjut
100%ekosistem digital berjalan bertahap
Roadmap

Empat fase implementasi.

Konsolidasi, aktivasi, ekspansi, lalu institusionalisasi.

FASE 1 · 0–3 BULAN

Konsolidasi

Struktur, SOP, RACI, website awal, database anggota, quick wins, dan kartu anggota.

FASE 2 · 4–12 BULAN

Aktivasi

Event, pelatihan, sertifikasi awal, podcast, jurnal edisi pertama, dan pilot layanan.

FASE 3 · TAHUN 2–3

Ekspansi

Kemitraan nasional, DPD/DPC, LMS, sertifikasi, kajian makro–mikro, dan policy brief.

FASE 4 · TAHUN 4–5

Institusionalisasi

Penguatan standar, model nasional, advokasi Gerakan Nasional Produktivitas, dan keberlanjutan pendanaan.